Vidi Aldiano
|
Vidi Aldiano
|
|
|
Latar belakang
|
|
|
Nama lahir
|
Oxavia Aldiano
|
|
Nama lain
|
Vidi Aldiano
|
|
Lahir
|
|
|
Jenis musik
|
|
|
Pekerjaan
|
|
|
Perusahaan rekaman
|
VA Records, Hits Recordsdan Sony Music Entertainment Indonesia(2014-sekarang)
Trinity Optima Production(2010-2014) Suara Hati/Depic Production (2008-2010) |
|
Anak
|
Cinta
Rahmania Putri Khairunnisha (Cinta)
Sydney Agusto Putra Utama (Nino) |
|
Orang tua
|
Harry Kiss (ayah pertama)
Uya Kuya (ayah kedua) Besbarini (ibu pertama) Astrid Khairunnisha (ibu kedua) |
|
Agama
|
|
|
Situs resmi
|
|
Vidi Aldiano (lahir di Jakarta, 29 Maret 1990; umur 26 tahun;
terlahir dengan nama Oxavia Aldiano) adalah seorang penyanyi
berkebangsaan Indonesia. Vidi telah mengeluarkan album yang berjudul Pelangi di Malam Hari, Lelaki
Pilihan dan Yang Kedua.
Vidi juga pernah mengikuti festival Java Jazz
2005. Vidi juga membawakan beberapa lagu daur ulang berjudul Cinta
Jangan Kau Pergiyang pernah dipopulerkan oleh Sheila Madjid dan Nuansa
Bening yang dipopulerkan oleh Keenan
Nasution. Vidi Aldiano dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono untuk
membawakan lagu ciptaannya yang berjudul Jiwaku Terang Di Malam Itu.[1] Vidi
Aldiano memiliki fans club bernama VIDIES.
Ia memulai debut aktingnya dalam Drama musikal Stereo (serial televisi), yang ditayangkan
di stasiun televisi NET.
·
Latar belakang
Vidi yang berdarah Tionghoa dan Minangkabau ini
dibesarkan dalam keluarga yang mempunyai apresiasi tinggi akan musik. Ia mahir
bermain piano sejak usia 3 tahun, melalui bimbingan ibunya yang merupakan guru
piano.
Di usia 2,5 tahun, ia sudah meraih juara kedua menyanyi untuk tingkat
kanak-kanak. Jadilah semenjak di sekolah dasar Vidi diandalkan sebagai duta
kesenian sekolah.
Beranjak remaja, Vidi mulai menekuni alat musik biola. Saat duduk di SMU, Vidi mulai tergabung
dalam band dan
prestasinya di band ini ditunjukkannya dengan meraih juara pertama dalam
1ncredible Band Festival 2007.
Karier keartisan Vidi berawal ketika sang ayah, Harry Kiss, seorang pemilik
usaha event organizer terkenal menyadari bakat terpendam anaknya dan menawarkan
album demo kepada teman-temannya pemilik perusahan rekaman. Sayangnya, album
demo tersebut ditolak karena tren penyanyi solo pria tidak populer saat itu.
Setelah enam kali mengalami penolakan dari perusahaan rekaman, akhirnya pada
tahun 2009 produser musik Lala Hamid tergerak
untuk memproduseri single Vidi setelah terpukau akan penampilan Vidi dalam
sebuah kesempatan.
Akhirnya, pihak Trinity Optima Production menerima
Vidi untuk merilis album keduanya. Ia merilis album Yang Kedua dengan
hitsDatang dan Kembali dan Gadis Genit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar